Chapter I
Meet You
By : Nishya Fahmi
Hari ini musim dingin, sangat berbeda musim kemarin dimana kehangatanmu masih terasa walau tak dapat ku sentuh.
Kupikir pindah rumah adalah pilihan terbaik untuk meninggalkan segalanya kenangan, orang tua, bahkan teman. Tapi tak kusadari bahwa aku akan bertemu denganmu. Namaku Johan panggil saja seperti itu nama asli ku Johannes Nathan. Aku, sangat benci kehidupanku karena orang tua ku telah bercerai jadi aku selalu terbiasa sendiri, toh tidak salah juga. Aku pindah ke luxemberg, Jerman. Karena aku mendapatkan beasiswa selama menanti 2 tahun.
Rumah yang kutepati rumah minimalis biasa, toh aku juga tak akan lama menepati rumah ini. Aku kerja paruh waktu di sebuah cafe. Mungkin ini akan menjadi suatu pengalaman yang berharga dimana, pertama kali aku beetemu dengannya.
Namanya Elice. Cukup indah wanita rambut pirang dengan iris mata berwarna biru, kulitnya yang pucat, tubuh yang kurus, dan hidungnya yang mancung. Dia memang tampak biasa saja tapi begitu kau mendengar ceritanya dia begitu menawan.
Baiklah kuceritakan tentang Elice mungkin kalian tampak enggan dengannya tapi sungguh dia sangat menawan.
*tring*
"guden abend." Kataku
"Ah, Guden abend aku mau memesan coffee americano."
"Oke, coffee americano satu, mau kutambahkan satu menu lagi ?"
"Tidak, terima kasih."
Dia pergi mencari tempat duduknya. Tidak sulit untuk mencari dimana letak ia duduk karena ia selalu duduk dekat jendela yang paling pojok. Aku heran kenapa orang ini selalu memesan menu yang sama, tempat duduk yang sama, dan selalu datang pada waktu yang sama jam 4 sore.
"Ini nona pesanan anda."
"Apakah kau ada waktu sebentar ? Kulihat cafe ini kosong jadi kukira aku dapat berbincang sedikit denganmu."
"Tentu nona."
'Tentu saja ini memang waktu yang pas untuk berdua denganmu.'pikirku
"Aku dari lulusan desain, aku berpikir untuk menjadikanmu model untuk pakaianku apa kau keberatan ?"
"Apa akan menganggu waktuku ? Dan apa aku dibayar ?"
"Tentu saja kami akan menyesuaikan waktumu. Dan masalah biaya kami akan mengatasinya."
Tentu saja aku menjawab Ya, dia memberikanku nomor telepon